Penyebab Sariawan Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Sariawan Pada Bayi – Meskipun secara umum, serangan sariawan dialami oleh seseorang di usia remaja, ada juga kemungkinan sariawan menyerang seseorang pada usia lainnya. Gangguan mulut yang cukup sering dialami oleh seseorang ini ternyata juga dapat menyerang di usia anak-anak atau bayi.

Serangan sariawan pada bayi atau anak perlu diwaspadai. Karena dapat mengganggu pola makan yang akhirnya menghambat proses pertumubuhan yang dilalui anak.

Para ibu harus lebih peka terhadap kondisi dan perilaku bayi atau anak. Jika bayi mengalami perubahan kondisi atau perilaku mungkin juga ada hubungannya dengan serangan sariawan ini.

Jika bayi tiba-tiba menolak menyusu dan tidak mau minum mungkin ada sariawan di mulutnya. Sebaiknya kalian cepat mengambil tindakan untuk mengatasi sariawan pada bayi Anda tersebut.

Hal pertama yang perlu kalian lakukan adalah mencoba mencari tahu apa penyebab sariawan pada anak Anda. Setelah tahu apa penyebabnya, kalian akan dapat mengambil tindakan untuk mengobati sariawan pada anak Anda.

Berikut ini bebereapa indikasi penyebab sariawan pada anak yang mungkin dapat membantu kalian untuk mengetahui penyebab sariawan pada anak dan mengambil tindakan penyembuhannya.

Penyebab Sariawan Pada Anak

Serangan sariawan pada bayi/anak cukup jarang terjadi. Jadi perlu ketelitian untuk mengetahui gejala dan penyebabnya yang memicu sariawan muncul.

Berikut beberapa keadaan yang sering menjadi penyebab munculnya sariawan pada anak.

Adanya Luka pada Mulut

Luka di mulut yang dialami oleh anak dapat memicu terjadinya sariawan. Luka tersebut bisa terjadi karena gigitan anak sendiri (jika sudah ada gigi) atau terjepit/tergores sesuai benda yang dia masukkan ke dalam mulut.

Baca Juga :   Kenali Penyebab Sariawan yang Umum Menyerang Saat Remaja

Cobalah untuk melihat bagian dalam mulut bayi untuk memastikan apakah benar ada luka atau tidak. Periksa bagian bawah lidah dan bibir bagian dalam dengan pelan dan hati-hati.

Alergi pada Makanan Tertentu

Cukup sering ditemui seorang bayi mengalami alergi terhadap beberapa jenis makanan, baik yang dikonsumsi sendiri maupun ibu yang menyusuinya. Alergi ini seringkali memicu terjadinya sariawan pada bagian mulut bayi.

Sebaiknya hindarkan bayi dan ibu yang sedang menyusui dari makanan yang diketahui rawan penyebab alergi.

Memiliki Sensifitas Tinggi Terhadap Buah Berasa Asam

Mungkin tidak hanya anak atau bayi yang memiliki kecenderungan ini, orang dewasa pun ada yang seperti ini.

Memiliki sensitifitas yang tinggi terhadap buah berasa asam lebih cenderung mudah mengalami luka pada mulut ketika memakannya.

Apalagi bayu atau anak yang memang hampir semua bagian tubuhnya masih bersifat sensitif terhadap beberapa benda.

Bagian mulut anak atau bayi cenderung lebih memiliki sensitif dan kurang tahan terhadap rasa asam yang terlalu tinggi. Sehingga mengkonsumsi buah yang berasa asam sangat tinggi potensinya untuk menyebabkan luka pada mulut yang belanjut menjadi sariawan.

Kekurangan Vitamin dan Mineral

Ada beberapa kandungan vitamin dan mineral yang perlu dijaga asupannya agar anak terhindar dari serangan sariawan.

Anak yang menderita sariawan di mulut biasanya juga karena kekurangan vitamin B12. Jadi diperlukan perhatian khusus dari ibu yang masih menyusui untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin B12.

Selain itu kurangnya asupan mineral seperti asam folat, zinc, dan zat besi pada bayi/anak juga sangat berpengaruh terhadap besarnya serangan sariawan pada anak.

Baca Juga :   Cegah Jerawat Batu Datang Kembali Dengan Ubah Gaya Hidup

Adanya Infeksi Virus, Jamur, atau Bakteri

Penyebab sariawan pada bayi yang satu ini perlu diwaspadai dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter spesialis anak.

Sariawan pada anak juga adakalanya disebabkan oleh infeksi virus, jamur, maupun bakteri yang berada di mulut bayi. Sebaiknya selalu menjaga kebersihan mulut bayi/anak dengan mengontrol apa-apa yang dapat menjadi perantara penyebab tersebut.

Misalkan saja mengontrol segala sesuatu yang berhubungan dengan anak, yang biasanya digunakan bermain oleh anak, maupun sebagai media tranfusi makanan ke anak. Tetap jaga kebersihan benda-benda yang langsung berhubungan dengan anak tersebut untuk memilimalisir infeksi virus, jamur, dan bakteri.

Adanya Riwayat Penyakit Tertentu

Sariawan pada bayi juga dapat disebabkan oleh adanya riwayat penyakit tertentu yang diderita anak/bayi.

Penyakit yang yang sering menjadi penyebab sariawan pada anak misalnya adalah penyakit radang usus atau penyakit celiac.

Segera periksakan ke dokter jika anak mengamali gejala-gejala penyakit radang usus agar segera mendapatkan penanganan yang tepat dan terhindar dari munculkan penyakit baru.

Setelah mengetahui beberapa penyebab sariawan pada anak di atas, apakah ada yang dialami oleh anak Anda? Jika ada, sebaiknya segera lakukan tindakan untuk mengobatinya. Berikut ini ada beberapa tindakan yang dapat digunakan sebagai pertolongan pertama untuk serangan sariawan pada anak.

Cara Mengobati Sariawan pada Bayi

Cara-cara di bawah ini dapat digunakan sebagai tindakan pertolongan pertama pada anak yang tererang sariawan. Dan jika tindakan pertama ini tidak menjadikan keadaan anak menjadi lebih baik, sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

Pada umumnya, sariawan baik pada anak maupun yang menyerang orang dewasa akan sembuh sendiri dalam waktu 7 sampai 10 hari. Hal tersebut ditandai dengan membaiknya sistem kekebalan tubuh dan kondisi asupan vitamin dan mineral yang baik.

Baca Juga :   Mengobati Jerawat Dengan Alpukat dan Madu Secara Alami

Rasa sakit paling dirasakan pada awal-awal sariawan muncul dan melebar, yaitu selama 3 sampai hari pertama. Mungkin untuk orang dewasa durasi ini tidaklah terlalu menyiksa. Tetapi lain halnya jika itu dirasakan oleh anak/bayi.

Oleh karena itu perlu dilakukan tindakan yang tepat dan sesegera mungkin untuk mempercepat penyembuhan sariawan pada anak tersebut.

Berikut ini adalah beberapa tindakan yang dapat Anda lakukan untuk membantu mengatasi sariawan pada anak.

  1. Lakukan pengompresan pada sariawan dengan es batu secara perlahan dan bertahap. Es batu akan membantu membuat bagian yang terserang sariawan mati rasa, sehingga rasa perih yang disebabkan sariawan tidak begitu dirasakan anak.
  2. Untuk anak yang sudah mengkonsumsi makanan sendiri sebaiknya berikan makanan yang bertekstur halus dan agak dingin. Contohnya bisa diberikan sejenis makanan yang didominasi krim.
  3. Jaga asupan air atau susu untuk bayi. Berikan sedikit-sedikit tetapi durasinya dipercepat.
  4. Sebagai obat alami untuk penanganan pertama, buatlah larutan dengan campuran air 1 gelas kecil, garam 1 sendok teh, soda kue 1/2 sendok teh. Aduk larutan supaya tercampur rata, celupkan kapas atau tisu halus ke dalam larutan kemudian tempelkan/tutulkan perlahan pada luka sariawan yang terbuka. Lakukan tindakan ini 3 sampai 4 kali dalam sehari. [dr. Kevin Adrian]

Tidakan tersebut adalah tindakan awal untuk mengatasi sariawan pada anak. Jika ada perubahan membaik setelah 5 hari, bisa dilanjutkan tips tersebut. Tetapi jika sariawan tak kunjung membaik juga, segeralah bawa anak ke dokter spesialis anak untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat.

Semoga bermanfaat dan semoga sariawan pada anak Anda segera sembuh dan dapat kembali ceria lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.