Penyebab Sariawan Di Lidah Yang Perlu Diketahui

Penyebab Sariawan Di Lidah – Sariawan memiliki gejala dan penyebab yang berbeda-beda. Termasuk penyebab sariawan di lidah yang cukup sering dialami oleh seseorang.

Secara umum, penyebab sariawan dibedakan menjadi 2, yaitu penyebab sariawan non jamur dan penyebab sariawan oleh infeksi jamur.

Kita perlu mengetahui penyebab sariawan sebelum mengambil tindakan untuk pengobatan. Karena berbeda penyebabnya maka berbeda pula cara pengobatannya.

 

Macam-Macam Penyebab Sariawan Di Lidah

Sariawan di lidah setidaknya disebabkan oleh 7 masalah berikut ini. Penyebab sariawan di lidah ini perlu diketahui dan diwaspadai, agar kita dapat terhidar dari masalah sariawan di lidah.

Satu-per-satu penyebab sariawan di lidah akan kami jelaskan di bawah ini.

Terjadinya Oral Thrush

Oral Thrush adalah sebuah kondisi dimana jamur Candida Albicana di mulut tumbuh secara berlebihan. Akibat yang ditimbulkan seperti munculnya lapisan berwarna putih bercak-bercak di bagian lidah dan dinding pipi bagian dalam.

Baca Juga :   Tips Membersihkan Kuku Dengan Dua Bahan Alami Mudah Didapat

Luka sariawan di lidah dan dinding pipi bagian dalam dapat terjadi dari kelainan ini. Sehingga perlu dilakukan tindakan sesegera mungkin untuk mengendalikan pertumbuhan jamur yang ada.

Cara mengobati sariawan di lidah oleh infeksi jamur dapat menggunakan beberapa obat yang dijual di apotek.

 

Mengalami Cidera Lidah

Lidah tergigit cukup sering dialami oleh seseorang. Dan tidak jarang juga gigitan tersebut meninggalkan luka pada lidah.

Luka pada lidah akibat tergigit tersebut dapat berkembang menjadi sariawan di lidah.

Sebaiknya diperhatikan secara khusus beberapa aktivitas yang dapat menyebabkan lidah tergigit, misalkan makan sambil berbicara.

 

Memiliki Sensifitas terhadap Makanan Tertentu

Penyebab ini terkhusus untuk kalian yang memiliki tingkat sensifitas tinggi terhadap beberapa makanan. Efek yang dialami seperti iritasi pada permukaan lidah saat mengkonsumsi makanan tertentu.

Beberapa makanan yang biasa menjadi sumber gejala ini seperti: coklat, kopi, keju, kacang-kacangan, makanan terlalu pedas, dan makanan terlalu asam.

Baca Juga :   Memutihkan Kulit Dengan Buah Pepaya, Apa Benar ?

Sebaiknya hindari beberapa makanan tersebut jika kalian merasakan tidak nyaman dilidah saat mengkonsumsinya.

 

Mengalami Alergi

Tidak jarang seseorang mengalami alergi ketika kontak langsung dengan sesuatu. Misalkan salah satu alergi yang disebabkan oleh respon tubuh terhadap reaksi bakteri yang ada di mulut.

Respon tubuh tersebut dapat menjadi sumber timbulnya gejala sariawan di lidah.

Solusinya, kalian harus sering-sering membersihkan mulut dengan menyikat gigi atau berkumur. Setidaknya dilakukan 2 kali sehari.

 

Terjadi Kelainan Sistem Imun

Penyebab ini juga sering dialami oleh seseorang yang terserang sariawan di lidah.

Sistem imun yang tidak berfungsi dengan baik akan menyebabkan lemahnya pertahanan tubuh dan akibatnya mudah terserang beberapa macam penyakit, salah satunya sariawan di lidah.

Cara mengatasi penyebab sariawan di lidah ini dengan cara menjaga sistem imun tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan selalu berolahraga.

Baca Juga :   Cara Memutihkan Gigi Secara Alami Menggunakan Jeruk Nipis

 

Riwayat Sesitif terhadap Bahan Kimia

Hubungan antara penyebab sariawan di lidah dengan bahan kimia terletak pada penggunaan produk kimia yang dipakai di dalam mulut. Produk tersebut seperti pasta gigi dan obat kumur.

Kedua produk ini mengandung unsur kimia. Jika seseorang yang menggunakannya memiliki riwayat sensitif terhadap bahan kimia, maka dapat mengakibatkan gangguan sariawan di lidah. Bahkan juga menjadi lidah terluka.

Cara mengatasinya dengan menghindari beberapa produk kimia jika kalian merasakan sesuatu yang aneh ketika menggunakannya.

Jika kalian mengalami salah satu dari tujuh penyebab sariawan di lidah yang telah kami sebutkan di atas, sebaiknya kalian cepat melakukan pengobatan.

Jika sariawan di lidah kalian tak kunjung membaik juga setelah dilakukan pengobatan, kami sarankan untuk konsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Semoga bermanfaat dan semoga dapat menambah pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.