Anak Demam Setelah Imunisasi MR, Jangan Panik !

Misterje.com – Imunisasi MR atau imunisasi untuk Campak-Measles (M) dan Rubella (R) adalah salah satu program pemerintah yang sedang ditingkatkan saat ini. Tujuan dari vaksinasi ini adalah untuk melindungi anak dari penyakit campak dan rubella. Menurut banyak dokter dan ahli kesehatan, vaksinasi ini tergolong aman dan sudah dilakukan di lebih dari 140 negara di dunia. Untuk orang tua sebaiknya melakukan program imunisasi MR ini karena sangat penting untuk mencegah anak terserang penyakit yang dapat berujung kematian ini. Dan setelah mengikuti program vaksinasi ini, orang tua juga perlu tahu efek samping dari imunisasi MR. Efek samping yang paling umum terjadi adalah anak demam setelah imunisasi MR. Jika putra-putri sobat mengalami hal ini setelah imunisasi MR, sobat jangan panik dulu. Begini penjelasan dari dr. Natasha Alexandra (alodokter.com).

Penyakit campak dan Rubella adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Infeksi virus Campak akan menyerang bagian saluran pernapasan dan menginfeksi saluran pernapasan. Efeknya terjadi gangguan radang paru-paru atau pneumonia, radang otak, buta, gizi buruk, dan efek terburuknya adalah kematian. Sedangkan serangan virus Rubella cenderung lebih lemah, tetapi jika dibiarkan juga menyebabkan dampak yang besar. Virus Rubella menyerang anak dan menimbulkan efek demam ringan dan tidak membahayakan. Akan tetapi virus ini juga bisa menyerang wanita hamil. Efek yang disebabkan lebih besar, yaitu dapat menyebabkan keguguran janin atau kecacatan pada bayi yang dikandung. Jadi perlu diwaspadai daripada dua jenis virus ini, supaya anak dan bayi di dalam kandungan tetap sehat.

Baca Juga :   Memutihkan Ketiak Dalam Hitungan Menit Secara Alami

Anak Demam Setelah Imunisasi MR, Jangan Panik !

Karena menyadari betapa bahayanya serangan virus Campak dan Rubella ini, maka dari itu perlu dilakukan vaksinasi. Vaksinasi ini berfungsi sebagai langkah pencegahan serangan virus campak dan rubella. Daripada mengobati kan lebih baik mencegah, benar nggak?

Program Imunisasi MR yang diselenggarakan oleh pemerintah memprioritaskan pada anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun. Dan program ini sudah dilaksanakan hampir di seluruh wilayah Indonesia melalui Puskesmas-puskesmas setempat. Selain itu program ini juga di dukung oleh rumah sakit swasta dan negeri.

Setelah anak melakukan Imunisasi MR, efek samping yang umum dialami oleh anak adalah mengalami demam ringan, bengkak ringan di bagian bekas suntikan, dan nyeri pada bagian bekas suntikan imunisasi. Dan umumnya efek samping tersebut bertahan sekitar 2 sampai 3 hari. Jika anak sobat mengalami salah satu dari efek samping tersebut, jangan panik dan jangan khawatir. Ini adalah reaksi normal dari vaksinasi ini. Untuk masalah yang membahayakan lainnya yang disebabkan oleh kegiatan vaksinasi ini sampai sekarang belum pernah terjadi. Mungkin hal pertama yang dapat sobat lakukan adalah memberikan obat penurun demam seperti biasa. Tetapi jika demam lebih dari 3 hari sebaiknya segera di bawa ke dokter untuk segera mendapatkan penanganan. Atau terdapat tanda-tanda lain seperti anak sering mengantuk, demam semakin tinggi, mengalami kejang, dan tidak mau makan harap segera dibawa ke RS agar mendapat penanganan intensif.

Baca Juga :   Cara Mengatasi Keputihan Tidak Normal Dengan Benar

Nah, itulah yang harus sobat ketahui ketika anak demam setelah imunisasi MR. Yang pertama harus sobat lakukan adalah tetap tenang dan jangan panik. Kemudian cari permasalahannya perlahan dan pilihlah penanganan yang tepat. Info ini diadaptasi dari penjelasan dr. Natasha Alexandra di alodokter.com. Semoga bermanfaat !

Comments
  1. 1 tahun ago
    • 1 tahun ago

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.